Titis-titis air mata yang kau sengaja tak hapuskan itu
membeku
pada dinding hati
dek dingin jiwa yang sengaja kau biar sepi
dan kau bertanya
mengapa cinta tak sehangat dulu
Terasa
Biasanya bangun tidur, ada teman di sebelah.
Bila bangun seorang, terasa jugak lah...
Biasanya cedokkan nasi, minima untuk dua.
Bila cuma perlu cedok untuk sendiri, terasa jugak lah...
Biasanya masuk bilik, ada roommate.
Bila duduk seorang, terasa jugak lah...
Biasanya ada orang mengusik.
Bila tiada, terasa jugak lah...
Biasanya keluar, ada teman setia.
Bila keluar seorang, terasa jugak lah...
Biasanya tidur, ada yang baring di bantal sebelah.
Bila berseorang dalam gelap, terasa jugak lah...
sepinya.
Bila bangun seorang, terasa jugak lah...
Biasanya cedokkan nasi, minima untuk dua.
Bila cuma perlu cedok untuk sendiri, terasa jugak lah...
Biasanya masuk bilik, ada roommate.
Bila duduk seorang, terasa jugak lah...
Biasanya ada orang mengusik.
Bila tiada, terasa jugak lah...
Biasanya keluar, ada teman setia.
Bila keluar seorang, terasa jugak lah...
Biasanya tidur, ada yang baring di bantal sebelah.
Bila berseorang dalam gelap, terasa jugak lah...
sepinya.
A big heart
Untuk punya jiwa yang besar itu bukan percuma,
harus tahan saat diregang.
Ya, pedih mana pun.
Ya, perit mana pun.
Tahan.
harus tahan saat diregang.
Ya, pedih mana pun.
Ya, perit mana pun.
Tahan.
Poligami
"Kenapa laki-laki di agamamu itu dibolehkan melakukan poligami?"
"Setahu aku poligami itu boleh..."
"See!"
"..kalau mampu. Aku nggak mampu.. kerana tidak semua orang mampu melakukan poligami.."
"Jangan bilang karena cinta, karena aku yakin, semua laki-laki yang punya banyak isteri bisa mencintai semua perempuan-perempuan itu.."
"Nggak. Beda. Cinta itu tanggungjawab. Seperti kamu kuliah di dua tempat, kamu harus nyelesain keduanya.."
"Satu aja udah pusing..."
"That's the point, you get it now. Satu aja pusing.."
"Maybe that's why im not married yet huh?"
"Oh, itu beda lagi. Karena kamu tidak mau bertanggungjawab."
*ketawa besar*
-99 Cahaya di Langit Eropa-
"Setahu aku poligami itu boleh..."
"See!"
"..kalau mampu. Aku nggak mampu.. kerana tidak semua orang mampu melakukan poligami.."
"Jangan bilang karena cinta, karena aku yakin, semua laki-laki yang punya banyak isteri bisa mencintai semua perempuan-perempuan itu.."
"Nggak. Beda. Cinta itu tanggungjawab. Seperti kamu kuliah di dua tempat, kamu harus nyelesain keduanya.."
"Satu aja udah pusing..."
"That's the point, you get it now. Satu aja pusing.."
"Maybe that's why im not married yet huh?"
"Oh, itu beda lagi. Karena kamu tidak mau bertanggungjawab."
*ketawa besar*
-99 Cahaya di Langit Eropa-
Hamas
Di hospital. Di pantai.
Hamas, kata Israel, menyorok dalam kalangan orang ramai.
Maka sepertinya, mereka itu...
menyorok dalam hospital El-Wafa.
menyorok dalam hospital Al-Aqsa.
menyorok di pantai, tempat anak-anak main bola.
menyorok di halaman rumah Muhammad Hamad yang sudah 75 tahun usianya.
menyorok dalam kalangan penduduk kuarters kediaman Shujaya.
menyorok di kawasan perumahan Zaytoun dan Toffah.
menyorok di Khan Younis dan Rafah.
menyorok dalam rumah keluarga Qassan.
menyorok dalam rumah Othman Hussein, seorang pemuisi cuma.
menyorok dalam kampung Khuzaa.
menyorok dalam beratus rumah yang sudah tiada rupa.
menyorok dalam 23 tempat rawat dan 84 sekolah.
menyorok dalam kafe, tempat orang berkumpul menonton Piala Dunia.
menyorok dalam ambulans yang cuba mendapatkan insan-insan yang teraniaya.
menyorok dalam 24 jasad yang terkubur dalam sisa runtuhan, tak lagi bernyawa.
menyorok dalam seorang wanita muda memakai selipar merah jambu, tergelimpang di jalanan.
menyorok dalam 2 saudara lelaki, lapan tahun dan empat tahun, terbaring di unit rawatan intensif di al-Shifa.
menyorok dalam anak kecil, yang bahagian-bahagian tubuhnya dibawa ayah dalam beg plastik biasa.
menyorok dalam tubuh-tubuh yang tiba dalam huru-hara di hospital-hospital di Gaza.
menyorok dalam tubuh seorang perempuan tua, terbujur kaku, berlumuran darah, atas lantai batu.
Hamas, kata mereka, sinis dan penakut.
Cubaan kecil menterjemah.
Sumber: http://www.theguardian.com/commentisfree/2014/jul/21/hospital-hamas-isreal-hiding-among-civilians
Hamas, kata Israel, menyorok dalam kalangan orang ramai.
Maka sepertinya, mereka itu...
menyorok dalam hospital El-Wafa.
menyorok dalam hospital Al-Aqsa.
menyorok di pantai, tempat anak-anak main bola.
menyorok di halaman rumah Muhammad Hamad yang sudah 75 tahun usianya.
menyorok dalam kalangan penduduk kuarters kediaman Shujaya.
menyorok di kawasan perumahan Zaytoun dan Toffah.
menyorok di Khan Younis dan Rafah.
menyorok dalam rumah keluarga Qassan.
menyorok dalam rumah Othman Hussein, seorang pemuisi cuma.
menyorok dalam kampung Khuzaa.
menyorok dalam beratus rumah yang sudah tiada rupa.
menyorok dalam 23 tempat rawat dan 84 sekolah.
menyorok dalam kafe, tempat orang berkumpul menonton Piala Dunia.
menyorok dalam ambulans yang cuba mendapatkan insan-insan yang teraniaya.
menyorok dalam 24 jasad yang terkubur dalam sisa runtuhan, tak lagi bernyawa.
menyorok dalam seorang wanita muda memakai selipar merah jambu, tergelimpang di jalanan.
menyorok dalam 2 saudara lelaki, lapan tahun dan empat tahun, terbaring di unit rawatan intensif di al-Shifa.
menyorok dalam anak kecil, yang bahagian-bahagian tubuhnya dibawa ayah dalam beg plastik biasa.
menyorok dalam tubuh-tubuh yang tiba dalam huru-hara di hospital-hospital di Gaza.
menyorok dalam tubuh seorang perempuan tua, terbujur kaku, berlumuran darah, atas lantai batu.
Hamas, kata mereka, sinis dan penakut.
Cubaan kecil menterjemah.
Sumber: http://www.theguardian.com/commentisfree/2014/jul/21/hospital-hamas-isreal-hiding-among-civilians
11
ada sepupu kongsi di mukabuku -
soalan bocor hari raya: bila nak kahwin?
aku rasa...
bila pakcik/makcik bagi duit raya 20k instead of 2 ringgit.
melihatkan kos sara hidup sekarang, mau cun lagi, 50k instead of 5 ringgit.
soalan bocor hari raya: bila nak kahwin?
aku rasa...
bila pakcik/makcik bagi duit raya 20k instead of 2 ringgit.
melihatkan kos sara hidup sekarang, mau cun lagi, 50k instead of 5 ringgit.
Memilih
Dengan dunia yang semakin maju
dan masyarakat yang semakin berilmu,
perikemanusiaan sudah semakin mengenal warganegara, bangsa dan agama.
dan masyarakat yang semakin berilmu,
perikemanusiaan sudah semakin mengenal warganegara, bangsa dan agama.
Subscribe to:
Posts (Atom)